EROSI

Erosi adalah peristiwa pindahnya tanah atau bagian-bagian tanah dari suatu tempat ke tempat lain oleh agensia alami. Tanah terkikis dan terangkut yang kemudian diendapkan di tempat lain. Agensia alami yang menyebabkan erosi yaitu angin dan air.  Erosi oleh angin disebabkan oleh kekuatan angin, sedangkan erosi oleh air ditimbulkan oleh kekuatan air. Oleh karena daerah Indonesia adalah daerah tropika yang umumnya beriklim basah atau agak basah maka erosi yang sering terjadi yaitu erosi oleh air.

Berbagai macam erosi yang terkenal di dalam kamus konservasi tanah dan air, antara lain erosi geologi, erosi normal, dan erosi dipercepat. Erosi geologi adalah erosi yang terjadi sejak permukaan bumi terbentuk yang menyebabkan terkikisnya batuan sehingga terbentuk morfologi permukaan bumi seperti sekarang. Erosi normal juga disebut erosi alami adalah proses pengangkutan tanah yang terjadi di bawah keadaan alami. Erosi alami ini terjadi dengan laju yang lambat sehingga dapat membentuk tanah yang tebal sehingga dapat membantu pertumbuhan vegetasi secara normal. Erosi dipercepat adalah pengangkutan tanah dengan laju yang lebih cepat dari erosi normal sebagai akibat perbuatan manusia yang menghilangkan tumbuhan penutup tanah.

Menurut bentuknya, erosi dibedakan menjadi 6, yaitu :

Erosi lembar

Erosi Lembar (sheet erosion) adalah pengangkutan lapisan tanah yang merata tebalnya dari suatu permukaan tanah. Kekuatan butir-butir hujan dan aliran permukaan yang merata di atas permukaan tanah merupakan penyebab erosi ini. Pengaruh butir-butir hujan lebih besar karena kecepatan jatuhnya sekitar 6 sampai 10 m/detik, sedangkan kecepatan aliran air di permukaan tanah berkisar antara 0,3 sampai 0,6 m/detik.

Erosi Alur

Erosi alur (rill erosion) adalah pengangkutan tanah dari alur-alur tertentu pada permukaan tanah, yang merupakan parit-parit kecil dan dangkal. Erosi alur terjadi oleh karena air mengalir di permukaan tanah tidak merata akan tetapi terkonsentrasi pada alur tertentu sehingga pengangkutan tanah terjadi tepat pada aliran permukaan terkonsentrasi. Erosi ini lebih di pengaruhi cara bertanam dan sifat fisik tanah. Erosi alur biasanya terjadi pada tanah-tanah yang ditanami dengan tanaman yang ditanam berbaris menurut lereng atau akibat pengolahan tanah menurut lereng.

Erosi Parit (ravine)

Terjadinya erosi parit (gully erosion) sama dengan erosi alur, tetapi alur yang terbentuk sudah demikian besarnya sehingga tidak dapat lagi dihilangkan dengan pengolahan tanah biasa. Erosi parit yang baru terbentuk berukuran sekitar 40 cm lebarnya dengan kedalaman sekitar 30 cm, sedangkan yang sudah lanjut dapat mencapai 30 m dalamnya. Erosi parit dapat berbentuk V atau U tergantung pada kepekaan erosi substratanya. Bentuk V adalah bentuk yang umum didapat tetapi pada daerah-daerah yang substratanya mudah lepas dan umumnya berasal dari batuan sedimen maka akan terjadi bentuk U.

Erosi Tebing Sungai

Erosi tebing sungai (river bank erosion) terjadi sebagai akibat pengikisan tebing sungai oleh air yang megalir dari bagian atas tebing atau oleh terjangan aliran sungai yang kuat pada belokan sungai. Erosi ini akan terjadi lebih hebat jika tidak ada vegetasi penutup tebing. Oleh karena itu sangat penting memelihara satu strip tumbuhan sepanjang sungai. Strip tumbuhan, berupa rumput, semak atau hutan di sepanjang sungai yang disebut riparian strip merupakan metode untuk mencegah terjadinya erosi tebing.

Longsor

Longsor (landslide) adalah bentuk erosi yang pengangkutan atau pemindahan atau gerakan tanah terjadi pada saat bersamaan dalam volume besar. Longsor terjadi sebagai akibat meluncurnya suatu volume tanah diatas suatu lapisan agak kedap air yang jenuh terhadap air. Lapisan kedap air tersebut terdiri atas lempung atau batuan lain seperti napal lempung (clay shale) yang setelah jenuh air berlaku sebagai tempat meluncur. Longsor  akan terjadi jika terpenuhi 3 keadaan, yaitu : (1) lereng yang cukup curang sehingga volume tanah dapat bergerak atau meluncur ke bawah, (2) terdapat lapisan kedap air, dan (3) terdapat cukup air dalam tanah sehingga lapisan tanah tepat di atas lapisan kedap air menjadi jenuh.

Erosi Internal

Erosi internal adalah terangkutnya butir-butir tanah ke dalam celah-celah atau pori-pori tanah sehingga tanah menjadi kedap air dan udara. Erosi ini menyebabkan turunnya kapasitas infiltrasi tanah dengan cepat sehingga aliran permukaan meningkat yang menyebakan terjadinya erosi lembar atau erosi alur. Erosi internal juga dikenal dengan nama erosi vertikal.

Bentuk lain erosi yang terjadi pada tempat-tempat tertentu saja adalah erosi terowongan atau pipa (piping), erosi lapik (pedestal) dan erosi mercu (pinnacle). Erosi terowongan adalah terangkutnya bagian-bagian tanah ke bawah yang menimbulkan lubang memanjang ke bawah, membentuk semacam pipa dan hanya terjadi pada tanah-tanah yang buruk untuk pertanian. Erosi lapik terjadi di sekitar pangkal pohon atau batu oleh karena tanah di sekitarnya tererosi olehpercikan butir-butir hujan. Erosi mercu terbentuk seperti tonggak-tonggak terbuat dari tanah yang tingginya beberapa cm. Tonggak-tonggak tanah tersebut adalah bagian tanah yang resisten terhadap erosi. Tanah-tanah yang mengandung Natrium berlebihan dan dalam keadaan terflokulasi sering mengalami erosi mercu.

Daftar Pustaka :

Arsyad, S. 2006. Konservasi Tanah Dan Air. Bogor : IPB Press

About silencesdogood

Soil Science Gadjah Mada University student. Follow me :)

Posted on December 22, 2011, in Konservasi Tanah dan Air and tagged , . Bookmark the permalink. 2 Comments.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: