PENGERTIAN DASAR KONSERVASI TANAH DAN AIR

Teknik ini terkenal di Nusa Tenggara TimurKonservasi tanah dalam arti luas adalah penempatan tanah pada cara penggunaan yang sesuai dengan kemampuan tanah tersebar dan memperlakukannya sesuai dengan syarat-syarat yang diperlukan agar tidak terjadi kerusakan tanah. Dalam arti sempit konservasi tanah diartikan sebagai upaya untuk mencegah kerusakan tanah oleh erosi dan memperbaiki tanah yang rusak oleh erosi. Upaya konservasi tanah ditujukan untuk :

  1. Mencegah erosi.
  2. Memperbaiki tanah yang rusak.
  3. Memelihara serta meningkatkan produktivitas tanah agar tanah dapat digunakan secara berkelanjutan.

Konservasi air pada prinsipnya adalah penggunaan air hujan yang jauh ke tanah untuk pertanian seefisien mungkin, dan mengatur waktu aliran agar tidak terjadi banjir yang dapat merusak serta tersedianya air pada musim kemarau.

Konservasi tanah dan air sangat erat hubungannya karena setiap perlakuan pada sebidang tanah akan mempengaruhi tata air pada tempat itu dan tempat-tempat di hilirnya. Oleh karena itu, berbagai tindakan konservasi tanah adalah tindakan konservasi air juga. Berdasarkan hubungan tersebut, maka tanggung jawab di sektor pertanian dalam masalah air ada dua,yaitu:

  1. Memelihara jumlah, waktu aliran, dan kualitas air.
  2. Mengoptimalkan manfaat air melalui penerapan cara-cara penggunan air untuk pertanian yang efisien (Renne, 1960)

Melihat persoalan konservasi tanah dan air yang kompleks, maka diperlukan kerjasama dengan beberapa disiplin ilmu antara lain ilmu tanah, biologi, hidrologi, dan teknik konservasi tanah dan air. Hal tersebut juga ditentukan oleh aspek sosial, budaya, dan ekonomi manusia.

Daftar Pustaka :

Arsyad, S. 2006. Konservasi Tanah Dan Air. Bogor : IPB Press

Renne, R.1960. A proper prospective of water in agriculture. Di dalam : Plalnt Water Environment And Efficient Water Use. Pierre et al., (eds.). Amer. Soc. Agron. Soil Sci.Soc. Am. Publ. : 20-27

About silencesdogood

Soil Science Gadjah Mada University student. Follow me :)

Posted on December 22, 2011, in Konservasi Tanah dan Air and tagged , , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: